Slogan “Yesus Iya, Gereja Tidak” Runtuh secara Alkitab

Started by Andre Fantioz, Jan 19, 2026, 11:56 AM

Previous topic - Next topic

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Andre Fantioz

Slogan "Yesus Iya, Gereja Tidak" Runtuh secara Alkitab


Pendahuluan
Slogan "Yesus iya, Gereja tidak" sering terdengar dalam Kekristenan modern, terutama dalam konteks spiritualitas individual. Slogan ini tampak saleh karena menempatkan Yesus sebagai pusat iman, namun pada saat yang sama menolak Gereja sebagai realitas yang esensial.

Dalam iman Kristen apostolik, pendekatan ini bermasalah sejak titik awalnya, karena Kristologi (siapa Kristus itu) dan Eklesiologi (apa itu Gereja) adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama dan tak terpisahkan. Kristus tidak pernah diwahyukan tanpa Tubuh-Nya, dan Gereja tidak memiliki identitas terpisah dari Kristus sebagai Kepalanya. Memisahkan keduanya berarti mereduksi wahyu itu sendiri.

Artikel ini menunjukkan bahwa slogan tersebut tidak memiliki dasar Alkitabiah dan justru bertentangan langsung dengan kesaksian Kitab Suci, khususnya dalam tulisan-tulisan rasuli.



1. Yesus Tidak Pernah Dipisahkan dari Gereja dalam Alkitab
Dalam Perjanjian Baru, Yesus tidak pernah dihadirkan sebagai figur privat yang berdiri terpisah dari umat-Nya. Salah satu teks paling kuat terdapat dalam Kisah Para Rasul 9:4, ketika Yesus menampakkan diri kepada Saulus:

Quote"Saul, Saul, mengapa engkau menganiaya Aku?"

Yang dianiaya secara historis adalah Gereja, namun Yesus mengidentifikasi serangan terhadap Gereja sebagai serangan terhadap diri-Nya sendiri. Identifikasi ini menunjukkan kesatuan ontologis antara Kristus dan Gereja.



2. Gereja sebagai Tubuh Kristus: Bukan Metafora Longgar
Rasul Paulus secara konsisten menyebut Gereja sebagai Tubuh Kristus. Dalam Efesus 1:22–23, ia menulis:

Quote"Gereja adalah Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu."

Bahasa yang digunakan Paulus bersifat ontologis, bukan sekadar simbolik. Jika Kristus adalah Kepala, maka Gereja bukan sekadar organisasi pengikut, melainkan Tubuh yang dengannya Kristus hadir dan bekerja dalam sejarah.

Menolak Gereja berarti menolak Tubuh yang oleh Paulus justru disebut sebagai kepenuhan Kristus.



3. Keselamatan Bersifat Inkorporatif, Bukan Individualistis
Dalam 1 Korintus 12:13, Paulus menyatakan:

Quote"Dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu Tubuh."

Alkitab tidak mengenal konsep keselamatan yang murni individual tanpa inkorporasi ke dalam Tubuh. Baptisan bukan sekadar simbol iman pribadi, melainkan tindakan objektif yang memasukkan seseorang ke dalam realitas Gereja.

Dengan demikian, menerima Kristus menurut Alkitab selalu berarti masuk ke dalam Tubuh-Nya, bukan sekadar memiliki relasi batin personal.



4. Ekaristi dan Gereja: Logika Paulus yang Tak Terelakkan
Dalam 1 Korintus 10:16–17, Paulus mengaitkan secara langsung Ekaristi dengan identitas Gereja:

Quote"Karena roti itu satu, kita yang banyak ini adalah satu Tubuh."

Partisipasi dalam Tubuh Kristus menghasilkan identitas sebagai Tubuh Kristus. Logika ini runtuh sepenuhnya jika Gereja direduksi menjadi sekadar perkumpulan sukarela.

Slogan "Yesus iya, Gereja tidak" secara implisit memutus rantai sakramental yang oleh Paulus justru dijadikan dasar eklesiologi.



5. Kristus sebagai Mempelai Mustahil Tanpa Gereja
Efesus 5:25–27 menggambarkan relasi Kristus dan Gereja sebagai relasi Mempelai:

Quote"Kristus telah mengasihi Gereja dan menyerahkan diri-Nya baginya."

Yesus tidak menyerahkan diri-Nya untuk konsep abstrak atau iman privat, melainkan untuk sebuah komunitas konkret yang disebut Gereja. Tanpa Gereja, gambaran Kristus sebagai Mempelai kehilangan maknanya secara teologis.



6. Asal-usul Slogan: Bukan dari Wahyu, Melainkan dari Budaya Modern
Slogan "Yesus iya, Gereja tidak" tidak pernah ditemukan dalam Injil, Kisah Para Rasul, maupun surat-surat rasuli. Slogan ini lebih mencerminkan:
  • individualisme modern
  • kecurigaan terhadap institusi
  • spiritualitas privat pasca-Pencerahan

Dengan demikian, slogan ini bukan produk wahyu Alkitabiah, melainkan konstruksi budaya religius modern.



Kesimpulan
Secara Alkitabiah, slogan "Yesus iya, Gereja tidak" adalah kontradiksi internal. Alkitab tidak mengenal Kristus tanpa Gereja, Kepala tanpa Tubuh, atau keselamatan tanpa inkorporasi.

Menolak Gereja berarti menolak cara Kristus sendiri memilih untuk hadir, bekerja, dan menyelamatkan dunia.


Daftar Pustaka
  • Alkitab Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia.
  • Kisah Para Rasul 9:1–5.
  • 1 Korintus 10–12.
  • Efesus 1:22–23; 5:25–27.
  • Dunn, James D. G., The Theology of Paul the Apostle. Eerdmans, 1998.
  • Wright, N. T., Paul and the Faithfulness of God. Fortress Press, 2013.
  • Ignatius of Antioch, Letter to the Smyrnaeans.